Moskow (KABARIN) - Angkatan Udara Pakistan dilaporkan melakukan serangan udara yang menyasar fasilitas penyimpanan bahan bakar milik maskapai Afghanistan di dekat Bandara Kandahar, Afghanistan bagian selatan. Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid.
Menurut Mujahid, serangan itu terjadi pada malam hari dan menargetkan tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air yang berada di sekitar area bandara.
“Rezim militer Pakistan menyerang tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di dekat bandara Kandahar,” tulis Mujahid di platform media sosial X.
Ia menjelaskan bahwa Kam Air merupakan salah satu pemasok bahan bakar untuk berbagai penerbangan sipil, termasuk pesawat milik Perserikatan Bangsa Bangsa.
Selain fasilitas milik maskapai tersebut, satu tangki bahan bakar lain yang dimiliki oleh seorang pengusaha lokal juga disebut terkena serangan.
“Sebuah tangki bahan bakar milik pengusaha nasional Haji Khanzadeh juga terkena serangan Angkatan Udara Pakistan,” tambahnya.
Mujahid menyebut serangan tidak hanya terjadi di Kandahar. Beberapa wilayah lain di Afghanistan seperti Kabul, Paktia, dan Paktika juga dilaporkan mengalami serangan pada malam yang sama.
Menurutnya, rangkaian serangan itu menimbulkan kerugian besar di kalangan warga sipil. Pemerintah Afghanistan pun menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan militer Pakistan tersebut.
“Tindakan barbar rezim Pakistan di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan adalah tidak manusiawi dan akan menghadapi konsekuensi,” ucap juru bicara tersebut.
Ketegangan antara kedua negara memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pekan lalu Pakistan juga melancarkan serangan udara yang menargetkan lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok militan di provinsi Nangarhar dan Paktika.
Pihak Afghanistan menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan puluhan warga sipil meninggal dunia serta mengalami luka luka.
Sebagai balasan, Afghanistan pada 26 Februari meluncurkan operasi militer yang menyasar pangkalan Pakistan di sepanjang Garis Durand. Wilayah itu merupakan garis perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang hingga kini tidak diakui secara resmi oleh pemerintah Kabul.
Menanggapi situasi tersebut, Pakistan kemudian mengumumkan pelaksanaan Operasi Ghazab lil Haq. Operasi ini disebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai penembakan tanpa provokasi dari pihak Afghanistan di beberapa sektor perbatasan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026